Wednesday, January 21, 2026

Mengenal Apa Itu Threshold FO (Ambang Batas Mininum & Maksimum Optical Power)

Tidak sedikit Teknisi Fiber Optic (FO) kurang memahami Ambang Batas Minimum dan Maksimum Optical Power atau Threshold, apalagi jika selama ini memahami Link UP atau DOWN patokannya hanya menggunakan Laser. Jadi ketika patokannya dilaser tembus maka FO sudah normal. 

Padahal Nilai Threshold FO itu tiap Perangkat berbeda tergantung SFP dan Vendor Perangkat Switch atau Router yang digunakan. Jadi misalkan ketika dilaser itu tembus dan ketika di-OPM nilai-nya -21dBM tapi misal ketika dicolok ke SFP 10GLR 10KM tidak UP, itu tidak memenuhi Nilai Minimum Threshold FO untuk SFP 10GLR 10KM yang harusnya Minimal -19dBm. Tapi dengan Nilai FO -20dBm biasanya Link akan UP jika menggunakan SFP 1G. Jadi Link 10G biasanya butuh nilai FO Minimal -20dBM atau lebih bagus tapi kalau Link 1G -25dBM pun Link masih bisa UP.

Penggunaan SFP juga sangat berpengaruh pada Nilai Threshold FO, semisal jarak POP A ke POP B 10,5 KM tapi menggunakan SFP yang 10KM maka akan berpengaruh pada penurunan kualitas, dimana idealnya menggunakan SFP 20KM. Penggunaan SFP yang lebih bagus dan jarak yang lebih jauh bisa memperbaiki Nilai Redaman FO.

###
Nilai threshold fiber optic pada perangkat switch atau router adalah batas ambang (minimum dan/atau maksimum) nilai daya optik (optical power) yang masih dianggap normal agar link fiber bisa berfungsi dengan baik.

Biasanya threshold ini terkait dengan parameter optik pada modul SFP/SFP+/QSFP, dan digunakan untuk monitoring serta alarm.

1. Parameter yang Memiliki Threshold
Threshold umumnya diterapkan pada parameter berikut:

- RX Power (Receive Power)
* Daya cahaya yang diterima oleh port
* Satuan: dBm
* Paling sering menjadi penyebab **link down**

- TX Power (Transmit Power)
* Daya cahaya yang dikirim
* Satuan: dBm

- Temperature
* Suhu modul optik (°C)

- Voltage
* Tegangan modul (Volt)

- Bias Current
* Arus laser (mA)

2. Contoh Nilai Threshold RX Power
Misalnya pada modul SFP 1G Single Mode:

| Parameter | Nilai |
| ------------ | ----------- |
| RX Power Min | -28 dBm |
| RX Power Max | -3 dBm |

Artinya:
- RX < -28 dBm → sinyal terlalu lemah → link bisa down
- RX > -3 dBm → sinyal terlalu kuat → receiver bisa rusak

3. Jenis Threshold
Biasanya ada 4 level threshold:

1. High Alarm → kondisi berbahaya
2. High Warning → mendekati batas atas
3. Low Warning → mendekati batas bawah
4. Low Alarm → kondisi kritis (umumnya link putus)

4. Fungsi Threshold Fiber Optic
✔ Mendeteksi redaman berlebih (loss tinggi)
✔ Mendeteksi patchcord kotor / konektor jelek
✔ Mengetahui fiber patah / sambungan bermasalah
✔ Memberi alarm sebelum link benar-benar down

5. Contoh di Perangkat (CISCO/Huawei/Juniper/ZTE)

Contoh di Switch CISCO NEXUS 9000 Series:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 3.18dBm dengan TX Low Alarm -1.99dBm dan Nilai RX-nya -11.67dBm dan RX Low Alarm-nya -18.23dBm

Contoh di Switch Huawei CE6810-48S4Q-EI:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 2.60dBm dengan TX Low Alarm -3dBm dan Nilai RX-nya -11.55dBm dan RX Low Alarm-nya -20dBm

Contoh di Switch Juniper EX3300:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 2.01dBm dengan TX Low Alarm -2dBm dan Nilai RX-nya -17.96dBm dan RX Low Alarm-nya -18.01dBm

Contoh di OLT ZTE C300:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 2.909dBm dengan TX Low Alarm -14dBm dan Nilai RX-nya -1.141dBm dan RX Low Alarm-nya -34dBm

6. Kesimpulan Sederhana
📌 Threshold fiber optic = batas aman sinyal optik
📌 Digunakan perangkat untuk menilai apakah link sehat atau bermasalah
📌 Sangat penting untuk troubleshooting jaringan fiber