Wednesday, May 13, 2026

Menjalankan Service Hotspot & PPPOE di ONU GM630 (ZTE ZXHN F660) di OLT ZTE C300


Setelah mencoba sekian lama, Agar Service PPPOE dan Hotspot jalan di Modem ONU GM630 (infonya variant seperti ZTE ZXHN F660) berikut konfigurasi yang berhasil dicoba:

Catatan:
1. Hotspot mendapatkan IP DHCP (Otomatis dari Router)
2. PPPOE harus diisi IP Manual sesuai dengan IP Address ONU (192.168.1.*/24)
3. Buat SSID Khusus Hotspot dan Binding Port-nya ke LAN 1 dan SSID 1
4. Buat SSID Khusus PPPOE dan Binding Port-nya ke LAN 2 dan SSID 2

Konfigurasi di OLT ZTE C300:

OLT-ZTE-C300#show run interface gpon-onu_1/3/8:11
Building configuration...
interface gpon-onu_1/3/8:11
name Hotspot dan PPPOE
tcont 1 name Hotspot profile 100M
tcont 2 name PPPOE profile 100M
gemport 1 name Hotspot tcont 1
gemport 1 traffic-limit upstream UP100M downstream DW100M
gemport 2 name PPPOE tcont 2
gemport 2 traffic-limit upstream UP100M downstream DW100M
service-port 1 vport 1 user-vlan 253 vlan 253
service-port 2 vport 2 user-vlan 251 vlan 251
!
end

OLT-ZTE-C300#show onu running config gpon-onu_1/3/8:11
pon-onu-mng gpon-onu_1/3/8:11
service Hotspot gemport 1 vlan 253
service PPPOE gemport 2 vlan 251
vlan port eth_0/1 mode tag vlan 253
vlan port eth_0/2 mode tag vlan 251
!

Konfigurasi di ONU:
1. Disable DHCP Server di ONU
2. Setting Interface WAN untuk Hotspot seperti dibawah ini (Buat SSID Khusus Hotspot dan Binding Port-nya ke LAN 1 dan SSID 1) :
3. Tambahkan Lagi Interface WAN untuk PPPOE seperti dibawah ini (Buat SSID Khusus PPPOE dan Binding Port-nya ke LAN 2 dan SSID 2) :


Dan berikut Tampilan di HP ketika Terkoneksi ke Jaringan Hotspot (IP DHCP):

Dan berikut Tampilan di HP ketika Terkoneksi ke Jaringan PPPOE (IP Static) :






Wednesday, January 21, 2026

Mengenal Apa Itu Threshold FO (Ambang Batas Mininum & Maksimum Optical Power)

Tidak sedikit Teknisi Fiber Optic (FO) kurang memahami Ambang Batas Minimum dan Maksimum Optical Power atau Threshold, apalagi jika selama ini memahami Link UP atau DOWN patokannya hanya menggunakan Laser. Jadi ketika patokannya dilaser tembus maka FO sudah normal. 

Padahal Nilai Threshold FO itu tiap Perangkat berbeda tergantung SFP dan Vendor Perangkat Switch atau Router yang digunakan. Jadi misalkan ketika dilaser itu tembus dan ketika di-OPM nilai-nya -21dBM tapi misal ketika dicolok ke SFP 10GLR 10KM tidak UP, itu tidak memenuhi Nilai Minimum Threshold FO untuk SFP 10GLR 10KM yang harusnya Minimal -19dBm. Tapi dengan Nilai FO -20dBm biasanya Link akan UP jika menggunakan SFP 1G. Jadi Link 10G biasanya butuh nilai FO Minimal -20dBM atau lebih bagus tapi kalau Link 1G -25dBM pun Link masih bisa UP.

Penggunaan SFP juga sangat berpengaruh pada Nilai Threshold FO, semisal jarak POP A ke POP B 10,5 KM tapi menggunakan SFP yang 10KM maka akan berpengaruh pada penurunan kualitas, dimana idealnya menggunakan SFP 20KM. Penggunaan SFP yang lebih bagus dan jarak yang lebih jauh bisa memperbaiki Nilai Redaman FO.

###
Nilai threshold fiber optic pada perangkat switch atau router adalah batas ambang (minimum dan/atau maksimum) nilai daya optik (optical power) yang masih dianggap normal agar link fiber bisa berfungsi dengan baik.

Biasanya threshold ini terkait dengan parameter optik pada modul SFP/SFP+/QSFP, dan digunakan untuk monitoring serta alarm.

1. Parameter yang Memiliki Threshold
Threshold umumnya diterapkan pada parameter berikut:

- RX Power (Receive Power)
* Daya cahaya yang diterima oleh port
* Satuan: dBm
* Paling sering menjadi penyebab **link down**

- TX Power (Transmit Power)
* Daya cahaya yang dikirim
* Satuan: dBm

- Temperature
* Suhu modul optik (°C)

- Voltage
* Tegangan modul (Volt)

- Bias Current
* Arus laser (mA)

2. Contoh Nilai Threshold RX Power
Misalnya pada modul SFP 1G Single Mode:

| Parameter | Nilai |
| ------------ | ----------- |
| RX Power Min | -28 dBm |
| RX Power Max | -3 dBm |

Artinya:
- RX < -28 dBm → sinyal terlalu lemah → link bisa down
- RX > -3 dBm → sinyal terlalu kuat → receiver bisa rusak

3. Jenis Threshold
Biasanya ada 4 level threshold:

1. High Alarm → kondisi berbahaya
2. High Warning → mendekati batas atas
3. Low Warning → mendekati batas bawah
4. Low Alarm → kondisi kritis (umumnya link putus)

4. Fungsi Threshold Fiber Optic
✔ Mendeteksi redaman berlebih (loss tinggi)
✔ Mendeteksi patchcord kotor / konektor jelek
✔ Mengetahui fiber patah / sambungan bermasalah
✔ Memberi alarm sebelum link benar-benar down

5. Contoh di Perangkat (CISCO/Huawei/Juniper/ZTE)

Contoh di Switch CISCO NEXUS 9000 Series:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 3.18dBm dengan TX Low Alarm -1.99dBm dan Nilai RX-nya -11.67dBm dan RX Low Alarm-nya -18.23dBm

Contoh di Switch Huawei CE6810-48S4Q-EI:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 2.60dBm dengan TX Low Alarm -3dBm dan Nilai RX-nya -11.55dBm dan RX Low Alarm-nya -20dBm

Contoh di Switch Juniper EX3300:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 2.01dBm dengan TX Low Alarm -2dBm dan Nilai RX-nya -17.96dBm dan RX Low Alarm-nya -18.01dBm

Contoh di OLT ZTE C300:
Cara bacanya adalah Nilai TX-nya 2.909dBm dengan TX Low Alarm -14dBm dan Nilai RX-nya -1.141dBm dan RX Low Alarm-nya -34dBm

6. Kesimpulan Sederhana
📌 Threshold fiber optic = batas aman sinyal optik
📌 Digunakan perangkat untuk menilai apakah link sehat atau bermasalah
📌 Sangat penting untuk troubleshooting jaringan fiber

Tuesday, January 20, 2026

Cara Setting Hotspot (Voucher) di Mikrotik dan Konfigurasi di OLT ZTE C300/320

 Pertama aktifkan dulu Settingan Hotspot di Router Mikrotik:

1. Buat Vlan 253 untuk Hotspot di Interface Port ke arah OLT ZTE C300/320


2. Buat Network IP untuk khusus Hotspot yang ditanam di Interface Vlan 253

3. Kemudian ke menu IP - Hotspot untuk membuat settingan Hotspot

4. di Menu Hotspot kemudian pilih Tab Server Profiles dan buat sesuai dengan settingan dibawah ini. Untuk Hotspot Address adalah IP Address akses User Hotspot di Browser dan untuk DNS Name sama tapi alamat yang muncul di Browser berupa Nama Domain. Untuk HTML Directory bisa dimodif di Menu File. HTML Directory ini untuk tampilan login page User Hotspot (Lihat No. 17)

5. Untuk Tampilan Login Page User Hotspot (HTML Directory) ada di Menu File dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan kita:

6. Kemudian setelah membuat Server Profiles, kita ke Tab Servers dan berikut contoh konfigurasinya. untuk Interface arahkan dengan Interface Vlan 253 yang telah kita buat sebelumnya. Untuk Address Pool itu isi dengan IP Pool (Menu IP - Pool) yang otomatis terbuat ketika kita melakukan DHCP Setup (Lihat Nomor 12)
7. Buat User Profiles sesuai kebutuhan kita atau pakai default juga bisa:

8. Buat User sesuai dengan kebutuhan kita dan arahkan Server sesuai dengan kebutuhan kita 

9. Kemudian Buat DHCP Server untuk IP Address yang otomatis akan didapatkan oleh User Hotspot


10. Klik DHCP Setup dan pilih/arahkan ke Interface Vlan 253 yang telah kita buat seperti di Nomor 1


11. Tampilan jika sudah Klik DHCP Setup sampai beres akan muncul seperti bawah ini:

12. Ketika sudah beres melakukan DHCP Setup maka akan otomatis terbuat di IP - Pool (dhcp_pool2) dan Rentang IP Address inilah yang akan digunakan oleh User Hotspot 

13. Kemudian buat Konfigurasi di OLT C300/320. Yang harus diperhatikan adalah kita harus tahu terlebih dahulu Port Uplink di OLT yang aktif yang mana, kemudian kita Config Vlan 253 di Port Uplink tersebut. Di Port Uplink biasanya aktif Vlan 1 secara default:

OLT-C300#show run interface xgei_1/19/1
Building configuration...
interface xgei_1/19/1
  phy-attribute lan
  no shutdown
  hybrid-attribute fiber
  no negotiation auto
  speed 10000
  duplex full
  flowcontrol disable
  linktrap enable
  description TO-PORT-SFP-10G-CCR-2004
  switchport mode trunk
  switchport vlan 1 tag
  port-protect disable
  uplink-isolate disable
!
end

14. Kemudian Config Vlan 253 itu di Interface Uplink di OLT C300/320:
OLT-C300#conf t
%Info 20272: Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z.
OLT-C300(config)#interface xgei_1/19/1
OLT-C300(config-if)#switchport vlan 253 tag

Kemudian Cek Konfigurasi yang sudah kita buat:
OLT-C300#show run interface xgei_1/19/1
Building configuration...
interface xgei_1/19/1
  phy-attribute lan
  no shutdown
  hybrid-attribute fiber
  no negotiation auto
  speed 10000
  duplex full
  flowcontrol disable
  linktrap enable
  description TO-PORT-SFP-10G-CCR-2004
  switchport mode trunk
  switchport vlan 1,253 tag
  port-protect disable
  uplink-isolate disable

15. Cek apakah Vlan 253 sudah tembus di OLT atau belum, kalau Vlan 253 sudah tembus maka munculnya seperti ini:

16. Kemudian Konfigurasi ONT dengan Vlan 253 seperti contoh dibawah ini:
OLT-C300#show run interface gpon-onu_1/3/1:21
Building configuration...
interface gpon-onu_1/3/1:21
  name Hotspot Pos Ronda
  tcont 1 name Hotspot-Ronda profile 100M
  gemport 1 name Hotspot tcont 1
  gemport 1 traffic-limit upstream UP100M downstream DW100M 
  service-port 1 vport 1 user-vlan 253 vlan 253 
!
end

OLT-C300#show onu running config gpon-onu_1/3/1:21
pon-onu-mng gpon-onu_1/3/1:21
  service Hotspot-Ronda gemport 1 vlan 253
  vlan port eth_0/1 mode tag vlan 253
  vlan port wifi_0/1 mode tag vlan 253
!

17 . Kemudian Test Login Hotspot Kita dan ini contoh di tempat saya :

Temukan Artikel lainnya tentang GPON OLT dan FTTH di --> List All Articles About GPON OLT Huawei - ZTE - Alcatel Lucent in This Blog [Updated]








Thursday, January 15, 2026

Konfigurasi Di Juniper EX3300: Setting Port Mode Trunk & Access Dan Add Vlan

Edit Interface:
user# edit interfaces xe-0/1/0

Set Port Mode Trunk:
user#set unit 0 family ethernet-switching port-mode trunk

Set Port Mode Access:
user#set unit 0 family ethernet-switching port-mode access

Add Vlan :
user# set unit 0 family ethernet-switching vlan members 101

Ganti Vlan di Port
Hapus Dulu Vlan Lama:

user# delete unit 0 family ethernet-switching vlan members 101

Trus Commit Dulu, Jangan Dulu Tambahkan Vlan Baru:
user# commit

Trus Kemudian Set Vlan Baru:
user# set unit 0 family ethernet-switching vlan members 20

Add Vlan di Switch:
user#set vlans vlan101 vlan-id 101

Hapus Vlan di Switch:
user# delete vlans vlan101

Set IP di Interface Vlan Untuk Remote:
Hubungkan VLAN ke IRB (Integrated Routing and Bridging)

user# set interfaces vlan unit 1944 family inet address 180.94.23.12/29 (ada yang begini)
user# set interfaces irb unit 60 family inet address 192.168.60.2/24 (ada yang begini)
user# set vlans vlan60 vlan-id 60
user# set vlans vlan60 l3-interface vlan.60

Setting SNMP:
set snmp community public authorization read-only
set snmp community public clients 123.123.123.123
set snmp trap-group NAMA_GRUP version v2
set snmp trap-group NAMA_GRUP targets 10.0.0.100

Memberikan Deskripsi di Interface Port:
root# set interfaces xe-0/1/2 description TO-PORT10G-ROUTER-X86-WAN 

Kasus:
Ketika Kita Nyolok SFP tapi tidak terdeteksi coba cek apakah ada Virtual Chassis Port (Kalau di Switch Cisco itu Stacking yaitu menggabungkan 2 Switch atau lebih Menjadi 1 Switch) aktif karena kalau itu aktif maka walaupun SFP terpasang tidak akan UP
user> show virtual-chassis vc-port 
fpc0:
--------------------------------------------------------------------------
Interface   Type              Trunk  Status       Speed        Neighbor
or                             ID                 (mbps)       ID  Interface
PIC / Port
1/2         Configured               Absent  
1/3         Configured               Absent  
{master:0}

Diatas terlihat ada virtual-chassis port aktif yaitu Port SFP 1/2 dan 1/3 dan membuat SFP jadi down maka cara untuk membuang konfigurasinya adalah lakukan Config berikut di Mode Operasional (jangan di Config):

user>request virtual-chassis vc-port delete pic 1 port 2
user>request virtual-chassis vc-port delete pic 1 port 3

Setelah dibuang makan akan seperti berikut:
user> show virtual-chassis vc-port       
fpc0:
--------------------------------------------------------------------------
{master:0}

Monday, January 12, 2026

Contoh Konfigurasi di OLT ZTE C300/C320 Dengan Konfigurasi Di Tiap Port ONT Beda Vlan (ONT Nokia & Huawei)

OLT ZTE C300/C320 bisa menggunakan berbagai ONT dengan banyak Merk, namun setiap ONT punya Firmware dengan Settingan yang khusus secara masing-masing. Semisal ketika melakukan Konfigurasi untuk ONT Nokia mungkin bisa jalan namun untuk ONT Huawei tidak bisa jalan, begitu juga dengan ONT yang lain. Apalagi jika ONT tersebut bekas ISP lain, mereka suka setting ONT dimana feature dan service utamanya sesuai kemauan mereka dan ada yang dikunci jika digunakan oleh Pihak lain.

Berikut Contoh Konfigurasi untuk ONT Huawei HG8245H Port 1 Vlan 94 Access dan Port 2 Vlan 157 Access pada OLT Huawei C300/C320:

Di OLT diconfig Trunk dengan Vlan 94 dan 157
OLT-ZTE-C320#show run interface gpon-onu_1/2/1:4
Building configuration...
interface gpon-onu_1/2/1:4
name CONTOH-BEDA-VLAN-ACCESS-DI-ONT
tcont 1 name HSI profile 1000M
tcont 2 name KHJ profile 1000M
gemport 1 name HSI tcont 1
gemport 1 traffic-limit upstream UP1000M downstream DW1000M
gemport 2 name KHJ tcont 2
gemport 2 traffic-limit upstream UP1000M downstream DW1000M
service-port 1 vport 1 user-vlan 94 vlan 94
service-port 2 vport 2 user-vlan 157 vlan 157
 
OLT-ZTE-C320#show onu running config gpon-onu_1/2/1:4
pon-onu-mng gpon-onu_1/2/1:4
service HSI gemport 1 vlan 94
service KHJ gemport 2 vlan 157
vlan port eth_0/1 mode trunk
vlan port eth_0/2 mode trunk
vlan port eth_0/1 vlan 94
vlan port eth_0/2 vlan 157

Settingan WAN di ONT Huawei HG8245H Port 1 untuk Vlan 94 dengan Mode Access :


Settingan WAN di ONT Huawei HG8245H Port 2 untuk Vlan 157 dengan Mode Access :


Dan Berikut Contoh Konfigurasi untuk ONT Nokia Port 1 Vlan 244, Port 2 Vlan 245, Port 3 Vlan 240 dan Port 4 Vlan 161 dengan Semua Port Mode Trunk pada OLT Huawei C300/C320:

OLT-ZTE-C320#show run interface gpon-onu_1/1/5:1
Building configuration...
interface gpon-onu_1/1/5:1
  name CONTOH-BEDA-VLAN-TRUNK-DI-ONT
  tcont 1 name HSI profile 1000M
  tcont 2 name KHJ profile 1000M
  tcont 3 name HST profile 1000M
  tcont 4 name HSP profile 1000M
  gemport 1 name HSI tcont 1
  gemport 1 traffic-limit upstream UP1000M downstream DW1000M 
  gemport 2 name KHJ tcont 2
  gemport 2 traffic-limit upstream UP1000M downstream DW1000M 
  gemport 3 name HST tcont 3
  gemport 3 traffic-limit upstream UP1000M downstream DW1000M 
  gemport 4 name HSP tcont 4
  gemport 4 traffic-limit upstream UP1000M downstream DW1000M 
  service-port 1 vport 1 user-vlan 244 vlan 244 
  service-port 2 vport 2 user-vlan 245 vlan 245 
  service-port 3 vport 3 user-vlan 240 vlan 240 
  service-port 4 vport 4 user-vlan 161 vlan 161 

OLT-ZTE-C320#show onu running config gpon-onu_1/1/5:1
pon-onu-mng gpon-onu_1/1/5:1
  service HSI gemport 1 vlan 244
  service KHJ gemport 2 vlan 245
  service HST gemport 3 vlan 240
  service HSP gemport 4 vlan 161
  vlan port eth_0/1 mode trunk
  vlan port eth_0/2 mode trunk
  vlan port eth_0/3 mode trunk
  vlan port eth_0/4 mode trunk
  vlan port eth_0/1 vlan 244
  vlan port eth_0/2 vlan 245
  vlan port eth_0/3 vlan 240
  vlan port eth_0/4 vlan 161

Settingan ONT di Nokia adalah Bridge dan matikan DHCP Server (gambar dibawah DHCP-nya masih dicentang, hilangkan centangnya)

Temukan Artikel lainnya tentang GPON OLT dan FTTH di --> List All Articles About GPON OLT Huawei - ZTE - Alcatel Lucent in This Blog [Updated]

Wednesday, June 11, 2025

AMANKAN SWITCH CISCO C2960 KITA DENGAN ACL & SSH (REKOMENDASI UNTUK SMALL OFFICE & RTRW NET)

Ternyata Switch Cisco Produk Lama Seperti Series C2960 dan sejenis dengan IOS Version 12 atau 15 masih banyak digunakan, apalagi sekarang Tren RT RW Net Booming. Switch Cisco produk lama masih dipakai karena bandel banget walaupun umurnya sudah belasan tahun dan tentunya Murah Meriah. Nah Switch ini bisa diotak-atik sesuai kebutuhan kita tapi masalahnya kalau ditaro IP Public akan rentan dari peretasan atau serangan dari luar.

Disini saya akan share Config untuk meminimalisir dampak negatif serangan dari luar network jika di Switch ada IP Public yaitu dengan Akses Remote SSH dan Acces List (ACL) 

*Buat User Untuk Akses SSH*
SWITCH-CISCO-C2960(config)#username admin privilege 15 secret @ku-k3r3n

*Buat Domain Name*
SWITCH-CISCO-C2960(config)#ip domain-name mydomain.local

*Generasi Key Untuk Enkrispi Password Kita, Isi Modulus Minimal 512 Maksimal 4096*
SWITCH-CISCO-C2960(config)#crypto key generate rsa 
The name for the keys will be: SWITCH-CISCO-C2960.mydomain.local
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 4096 for your
  General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
  a few minutes.

How many bits in the modulus [512]: 2048
% Generating 2048 bit RSA keys, keys will be non-exportable...
[OK] (elapsed time was 9 seconds)

*Matikan Akses Web Untuk Switch Kita*
SWITCH-CISCO-C2960(config)no ip http server
SWITCH-CISCO-C2960(config)no ip http secure-server

*Aktifkan Versi SSH 2*
SWITCH-CISCO-C2960(config)ip ssh version 2

*Buatkan List IP Address Yang Diperbolehkan Mengakses Dan Dibaris Terakhir Deny Any*
SWITCH-CISCO-C2960(config)access-list 10 permit 170.94.22.0 0.0.1.255
SWITCH-CISCO-C2960(config)access-list 10 permit 110.89.91.128 0.0.0.31
SWITCH-CISCO-C2960(config)access-list 10 permit 192.168.241.0 0.0.0.255
SWITCH-CISCO-C2960(config)access-list 10 deny   any

*Config Untuk Konsol* (Disini gak di-encrypt, kalau mau di-encrypt samain saja dengan line vty) 
SWITCH-CISCO-C2960(config)line con 0
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)#password 4re-you-ok

*Akses Remote Dari Network, Masukkan ACL 10 yang telah kita Config dan Akses SSH)
SWITCH-CISCO-C2960(config)line vty 0 4
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)#access-class 10 in
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)#login local
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)#transport input ssh

SWITCH-CISCO-C2960(config)line vty 5 15
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)access-class 10 in
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)login local
SWITCH-CISCO-C2960(config-line)transport input ssh 

*Jika Ingin Blok Ping/ICMP dan Hanya IP Address Tertentu yang bisa, Maka Config di Interface Vlan*
SWITCH-CISCO-C2960(config)#interface vlan 905
SWITCH-CISCO-C2960(config-if)#ip access-group 10 in

 

 *Hasil Konfigurasi di Switch Cisco 2960*
SWITCH-CISCO-C2960#
!
username admin privilege 15 secret 5 $1$B4ei$6H8uuLPoi8hTuy5as93Du/
!
ip domain-name mydomain.local
!
crypto pki trustpoint TP-self-signed-1328791296
 enrollment selfsigned
 subject-name cn=IOS-Self-Signed-Certificate-1328791296
 revocation-check none
 rsakeypair TP-self-signed-1328791296
!
crypto pki certificate chain TP-self-signed-1328791296
 certificate self-signed 01
  3082022B 30820194 A0030201 02020101 300D0609 2A864886 F70D0101 05050030 
  31312F30 2D060355 04031326 494F532D 53656C66 2D536967 6E65642D 43657274 
  69666963 6174652D 31333238 37393132 3936301E 170D3933 30333031 30303030 
  35375A17 0D323030 31303130 30303030 305A3031 312F302D 06035504 03132649 
  4F532D53 656C662D 5369676E 65642D43 65727469 66696361 74652D31 33323837 
  39313239 3630819F 300D0609 2A864886 F70D0101 01050003 818D0030 81890281 
  8100BF95 F824F569 FD40D709 BBAF65AB 54623235 CB8352C4 989BD506 DF032F88 
  1FBF80C6 37F26669 6E1C541A 2513F1F7 5418DB31 43117CB3 9837E91D 0EB0E904 
  45F9F2EA B387E05A 613439EE 8733461A 26EBCF6E 3F798236 8F62E02C 5A4BB7B8 
  2CD38A8D 9F257185 A1B9AC40 9E7C244A AD660A4C C8F13D1C AEDC1D2A DC360767 
  F4B70203 010001A3 53305130 0F060355 1D130101 FF040530 030101FF 301F0603 
  551D2304 18301680 14E8670F 068A06BF 35CC6590 956DC9B6 2D20419A 49301D06 
  03551D0E 04160414 E8670F06 8A06BF35 CC659095 6DC9B62D 20419A49 300D0609 
  2A864886 F70D0101 05050003 8181003D 261B8FD8 5BD5E7D3 AA6A5D5D A633E88A 
  DA9A0482 F6F56CA3 2B685D2E 5DBAF2DE 3FC8C0B0 42DB99B3 3B53A0A9 BB3ABC96 
  612AECDC 9811D94C E28F44E5 77E82143 AEA8BD8E 179128C7 96564A58 3C9D28F5 
  CEBF80D6 620184F3 B12A313D 5294627B CAB7E58F 89184E31 568F5570 323E0F02 
  69A29CE8 3CE1E66A 667E258C 910B8C
      quit
!
ip ssh version 2
!
interface Vlan905
 ip address 170.94.23.23 255.255.255.240
 ip access-group 10 in
!
ip default-gateway 180.94.23.17
no ip http server
no ip http secure-server
access-list 10 permit 170.94.22.0 0.0.1.255
access-list 10 permit 110.89.91.128 0.0.0.31
access-list 10 permit 192.168.243.0 0.0.0.255
access-list 10 deny   any
!
line con 0
 password f62518
line vty 0 4
 access-class 10 in
 login local
 transport input ssh
line vty 5 15
 access-class 10 in
 login local
 transport input ssh
!
end  

*Ping dari Network yang di-allow di ACL*
[C:\~]$ ping 170.94.23.23
Pinging 170.94.23.23 with 32 bytes of data:
Reply from 170.94.23.23: bytes=32 time=101ms TTL=254
Reply from 170.94.23.23: bytes=32 time=121ms TTL=254
Reply from 170.94.23.23: bytes=32 time=164ms TTL=254
Reply from 170.94.23.23: bytes=32 time=164ms TTL=254

*Ping dari Network yang gak di-allow di ACL*
[C:\~]$ ping 170.94.23.23
Pinging 170.94.23.23 with 32 bytes of data:
Reply from 170.94.23.23: Destination net unreachable.
Reply from 170.94.23.23: Destination net unreachable.
Reply from 170.94.23.23: Destination net unreachable.
Reply from 170.94.23.23: Destination net unreachable. 

Temukan Artikel lainnya terkait Routing dan Switching di List All Articles Routing & Switching CIENA/CISCO/RAISECOM/BROCADE in This Blog [Updated] 

Thursday, February 06, 2025

[Penanggalan Radiokarbon] Apakah Lembaran Mushaf AlQur'an Yang Kita Miliki Sekarang Bisa Dibuktikan Ilmiah & Asli Sampai Rasulullah?

Kali ini gak nulis tentang config Perangkat IT tapi tentang Keaslian AlQur'an Akan Selalu Terbukti!!!

Al-Qur'an adalah Mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, dan sampai akhir zaman akan terjaga kemurniannya dan tidak pernah akan bisa dipalsukan karena tiap Zaman dan Era pasti ada penghafal AlQur'an yang menjaganya. 

Tapi tidak sedikit Umat Islam dibuat ragu oleh pendapat yang mengkritisi keaslian AlQur'an, terutama saat ini dari konten kreator di Media Sosial yang meragukan keaslian AlQur'an yang sumbernya banyak dari Orientalis Barat atau Umat Islam yang Sekuler dan Liberal. 

Oleh karena itu kita sebagian Muslim lantas berpikir: Apakah bisa dibuktikan secara Ilmiah & Sains bahwa Lembaran Mushaf AlQur'an yang kita pegang saat ini sama seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW 14 Abad yang lalu? karena berkaca pada Kitab Suci Agama lain, selain isinya yang banyak kontradiksi satu dengan yang lainnya dan secara ilmiah pun lembarannya pun sangat dipertanyakan keasliannya karena dari hasil pengecekannya pun tidak sesuai dengan Klaim. 

Salah satu metode untuk mengecek Lembaran Kitab Suci itu asli atau tidak sesuai dengan pertama kali diturunkan adalah dengan mengecek Lembaran tersebut dengan Metode Penanggalan radiokarbon, yaitu suatu metode penentuan usia suatu objek yang mengandung materi organik dengan memanfaatkan sifat radiokarbon, suatu isotop radioaktif dari karbon. dengan Metode Penangalan radiokarbon maka sebuah lembaran manuskrip kuno bisa diketahui usianya.

Sebenarnya pengetesan Penanggalan Radiokarbon ini tidak biasa dilakukan pada AlQur'an karena banyak Non Islam pun mengakui bahwa keaslian AlQur'an itu terjaga oleh Tradisi Hafalan bukan Tulisan, berbeda dengan semisal Kitab Suci seperti Bible yang menggunakan Tradisi Tulisan. Paling Simple untuk mengetest AlQur'an Asli atau Palsu, kumpulkan saja penghafal Qur'an dari seluruh dunia maka akan sama. Walaupun mungkin ada perbedaan cara membaca AlQur'an, karena memang ada beberapa Suku Ras di Bumi ini yang tidak bisa mengucapkan huruf tertentu. Jadi ada bacaan AlQur'an yang dibaca dalam pelafalan yang berbeda tapi maknanya tetap sama. Dan oleh seorang Ulama pada Abad 3 Hijriah bernama Ibnu Mujahid menetapkan 7 Cara membaca AlQur'an yang paling Shahih atau dikenal dengan Qiraat Sab'ah. 

Dan selain 7 cara membaca AlQur'an, dalam proses pembukuan AlQur'an ada proses penambahan tanda baca seperti Titik dan Harakat. Yang kita bisa lihat di awal-awal lembaran Qur'an kita akan melihat tulisannya kebanyakan hanya garis dan dalam perjalanannya untuk memudahkan cara membaca ditambahkan Tanda Baca.

Lembaran Manuskrip Kuno ini kemudian dikenal dengan istilah gulungan (scroll) dan membentuk Buku atau Kitab yang disebut dengan Codex.

Nah karena kemajuan Teknologi makin canggih maka banyak Akademi Barat yang melakukan pengetesan terhadap Lembaran AlQur'an yang paling tua dengan Metode Penanggalan radiokarbon dan sudah ada beberapa pengetesan untuk beberapa lembar Naskah Qur'an paling Kuno dan hasilnya adalah Usia Lembaran tersebut sampai dengan Ketika para Sahabat Hidup dan juga Rasulullah SAW.

Sekedar Info Singkat, Rasulullah Hidup Dari Tahun 570 Masehi sampai dengan 632 Masehi, dimana Rasulullah Nabi Muhammad dianggkat pada Tahun 611 Masehi. Kemudian kepemimpinan Sahabat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib) itu Antara 632 Masehi sampai dengan 661 Masehi dan yang kemudian Kepemimpinan Islam oleh Keluarga Bani Umayyah dari 661 Masehi sampai dengan 750 Masehi.

Beberapa Lembaran Mushaf Kuno yang ditemukan dan ditest menggunakan Penanggalan radiokarbon:

1. I. SOTHEBY'S 1993 / STANFORD 2007 / DAM 01-27.1 - A PALIMPSEST MANUSCRIPT OF THE QUR'ĀN

Sebuah folio yang aslinya milik Codex San'ā' 1 dilelang oleh Sotheby's (London) pada tahun 1993 (Lot 31). Baru-baru ini, penanggalan radiokarbon dilakukan pada folio ini dan analisisnya dilakukan di Laboratorium Spektrometri Massa Akselerator (AMS) di Universitas Arizona. Menurut Sadeghi dan Bergmann, hasilnya menunjukkan bahwa perkamen tersebut memiliki probabilitas 68% (1σ) untuk berasal dari periode antara tahun 614 M hingga 656 M. Probabilitasnya adalah 95% (2σ) untuk berasal dari periode antara tahun 578 M dan 669 M. Penanggalan karbon berlaku untuk teks scriptio inferior. Tanggal penulisan teks scriptio superior bisa jadi adalah paruh pertama atau kedua abad ke-7 atau bahkan awal abad ke-8 (umumnya abad ke-1 H).

Sadeghi menyoroti, “Namun, karena alasan historis, yang lebih menarik adalah kemungkinan bahwa perkamen itu lebih tua dari tanggal tertentu. … Kemungkinan bahwa perkamen itu lebih tua dari tahun 646 M adalah 75,1%, atau kemungkinan tiga banding satu. Oleh karena itu, sangat mungkin bahwa naskah San'ā' I dibuat tidak lebih dari 15 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad.” Ia menyimpulkan bahwa teks scriptio inferior berasal dari periode sahabat Nabi Muhammad, sedangkan teks scriptio superior berasal dari tradisi Utsmani, dan dengan menggunakan stemmatik, tradisi Utsmani terbukti memberikan reproduksi paling akurat dari prototipe Nabi. Folio naskah DAM 01-27.1 telah diberi tanggal oleh kelompok Prancis yang dipimpin oleh Christian Robin dan di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Adapun yang terakhir, tiga folio naskah DAM 01-27.1 diberi tanggal radiokarbon. Folio 2 diberi tanggal tahun 589–650 M dengan probabilitas 95,4%. Folio 11 diberi tanggal tahun 611–660 M dengan probabilitas 95,4%. Folio 13 diberi tanggal tahun 590–650 M dengan probabilitas 95,4%. Analisis radiokarbon dari folio-folio tersebut secara gabungan memberi tanggal kodeks tersebut tahun 606–649 M dengan probabilitas 95,4%.

II. CODEX DAM 01-25.1 FROM ṢANʿĀʾ, YEMEN

Secara paleografis, manuskrip Hijāzī ini diperkirakan berasal dari abad ke-1 H. Folio 22 dari manuskrip ini telah menjadi subjek analisis radiokarbon di bawah naungan Proyek ANR “De l’Antiquité tardive à l’Islam” (DATI, dipimpin oleh Christian Robin) di Centre de Datation par le Radiocarbone de Lyon, dan telah diberi penanggalan radiokarbon hingga tahun 543–643 M dengan probabilitas 95%.

III. A ḤIJĀZĪ MANUSCRIPT OF THE QUR'ĀN AT UNIVERSITY OF BIRMINGHAM

Mingana Islamic Arabic 1572a termasuk dalam apa yang dikenal sebagai 'Koleksi Mingana'. Inti Koleksi Mingana, yang terdiri dari manuskrip dan fragmen manuskrip, dibangun antara tahun 1924-29 melalui minat dan energi bersama dari Dr. Edward Cadbury dan Alphonse Mingana. Edward Cadbury, pemilik pabrik cokelat keluarga di Bournville, mensponsori Alphonse Mingana dalam tiga perjalanan ke Timur Tengah, dan kemudian melibatkan Mingana untuk membuat katalog sebagian besar koleksi tersebut. Dua folio manuskrip Mingana Islamic Arabic 1572a termasuk dalam kodeks yang sama dengan Arabe 328c. Sebuah folio dari kodeks ini kini telah menjalani analisis radiokarbon di Unit Akselerator Radiokarbon Universitas Oxford dan telah diberi tanggal 568–645 M dengan probabilitas 95,4%.

IV. CODEX DAM 01-29.1 FROM ṢANʿĀʾ, YEMEN

Secara paleografis, manuskrip Hijazi ini dapat diperkirakan berasal dari abad ke-1 H. Baru-baru ini, dua folio kodeks ini telah diberi tanggal radiokarbon oleh ETH, Zürich (Swiss), di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Folio 7/8 telah diberi tanggal tahun 638-669 M dengan probabilitas 95,4%. Folio 13 telah diberi tanggal tahun 615-660 M dengan probabilitas 95,4%. Hasil gabungan memberikan tanggal tahun 633-665 M dengan tingkat keyakinan (2σ) sebesar 95,4%. Sebelumnya, folio 13 dari manuskrip ini juga telah menjadi subjek analisis radiokarbon di bawah naungan Proyek ANR “De l’Antiquité tardive à l’Islam” (DATI, dipimpin oleh Christian Robin) di Centre de Datation par le Radiocarbone de Lyon, dan telah diberi tanggal 603–662 M dengan probabilitas 95,4%.

V. A ḤIJĀZĪ MANUSCRIPT OF THE QUR'ĀN AT STAATSBIBLIOTHEK (BERLIN) & DĀR AL-KUTUB AL-MIṢRIYYA (CAIRO)

Naskah Qāf 47 dan Naskah Or. Fol. 4313 termasuk dalam kodeks yang sama dan masing-masing terletak di Dār al-Kutub al-Misriyya, Kairo, dan Staatsbibliothek zu Berlin, Jerman. Secara paleografis, manuskrip ḥijāzī ini diperkirakan berasal dari abad ke-1 H. Dua folio Naskah Or. Fol. 4313 diberi penanggalan radiokarbon di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Folio 2 telah diberi penanggalan tahun 600–655 M dengan probabilitas 95,4%. Folio 5 juga telah diberi penanggalan tahun 600–655 M dengan probabilitas 95,4%. Analisis radiokarbon dari folio-folio tersebut secara gabungan menunjukkan bahwa kodeks tersebut berasal dari tahun 606–652 M dengan probabilitas 95,4%.

VI. CODEX M a VI 165 - A ḤIJĀZĪ MANUSCRIPT OF THE QUR'ĀN AT TÜBINGEN

Saat bertugas di posisinya sebagai Konsul Prusia pertama di Damaskus pada pertengahan abad ke-19, Johann Gottfried Wetzstein melakukan banyak akuisisi manuskrip Arab kuno, banyak di antaranya adalah milik Al-Qur'an. Akuisisi Wetzstein berakhir di beberapa koleksi di seluruh Jerman, dengan manuskrip ḥijāzī tertentu ini sekarang disimpan di Universitätsbibliothek Tübingen, Jerman. Dalam kata pengantarnya untuk katalog kecil yang diterbitkannya, Wetzstein mengatakan bahwa ia berharap lebih dari 1.100 folio kufi Al-Qur'an yang telah dikumpulkannya akan menarik bagi mereka yang terlibat dalam paleografi dan kritik Al-Qur'an, dan memberikan entri singkat untuk M a VI 165. Weisweiler adalah orang pertama yang memberikan deskripsi singkat tentang manuskrip ini dalam daftar pegangan manuskripnya di Universitätsbibliothek Tübingen, Jerman. Alba Fedeli dengan hati-hati mengaitkan manuskrip ini dengan abad ke-8 Masehi dan mengomentari beberapa variannya.

Tiga folio Codex M a VI 165 diberi penanggalan radiokarbon di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Folio 23 diberi penanggalan tahun 637–758 Masehi dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 94,8% bahwa manuskrip tersebut berasal dari antara tahun 637 dan 690 Masehi dan probabilitas 0,6% bahwa manuskrip tersebut berasal dari antara tahun 753 dan 758 Masehi. Folio 28 diberi penanggalan tahun 611–669 Masehi dengan probabilitas 95,4%. Folio 37 telah diberi tanggal tahun 655–767 M dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 75,3% bahwa kodeks ini berasal dari tahun 655 hingga 718 M dan probabilitas 20,1% bahwa kodeks ini berasal dari tahun 742 hingga 767 M. Analisis radiokarbon dari folio-folio tersebut secara gabungan menunjukkan bahwa kodeks ini berasal dari tahun 649–675 M dengan probabilitas 95,4%.

VII. AN ‘UMAYYAD’ FRAGMENT OF THE QUR'ĀN

Fragmen Al-Qur'an milik pribadi ini diterbitkan baru-baru ini oleh Yasin Dutton. Berdasarkan paleografi dan analisis radiokarbon, ia memperkirakan naskah ini ditulis pada paruh kedua abad pertama hijriah / akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8 Masehi.

Penanggalan radiokarbon pada fragmen tersebut dilakukan di Universitas Oxford. Dua set data kalibrasi, yaitu INTCAL98 dan INTCAL04, digunakan. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Hasil dengan set data kalibrasi INTCAL98: Usia radiokarbon 1363 ± 33 BP menghasilkan probabilitas 68,2% bahwa perkamen yang dimaksud berasal dari antara tahun 647 dan 685 M (yaitu, 26–66 H), probabilitas 95,4% bahwa perkamen tersebut berasal dari antara tahun 610 dan 770 M (yaitu, dua belas tahun sebelum hijrah hingga 153 H), dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 90,5% bahwa perkamen tersebut berasal dari antara tahun 610 dan 720 M (yaitu, dua belas tahun sebelum hijrah hingga 102 H) dan probabilitas 4,9% bahwa perkamen tersebut berasal dari antara tahun 740 dan 770 M (yaitu, 122–53 H). Hal ini menunjukkan, sebagaimana dinyatakan dalam laporan dari Unit Akselerasi Radiokarbon Universitas Oxford, bahwa 'kemungkinan besar perkamen tersebut dibuat antara tahun 610 M dan 720 M', yang secara umum berarti pada suatu waktu di abad pertama hijriah.

Hasil dengan set data kalibrasi INTCAL04: Sejak pengujian ini dilakukan pada tahun 2001, set data kalibrasi yang lebih baru, INTCAL04, telah menghasilkan hasil yang sedikit lebih sempit untuk usia radiokarbon yang sama (yaitu, 1363 ± 33 BP), yaitu, probabilitas 68,3% bahwa perkamen tersebut berasal dari tahun 644–75 M (yaitu 25–56 H), dan probabilitas 95,2% bahwa perkamen tersebut berasal dari tahun 609–94 M (yaitu, tiga belas tahun sebelum hijrah hingga 75 H) (95,2%), atau 702–6 M (yaitu, 83–7 H) (0,006%), atau 748–65 M (yaitu, 131–48 H) (0,042%). Oleh karena itu, tampaknya dapat diterima untuk merevisi perkiraan yang disebutkan di atas menjadi 'kemungkinan besar perkamen itu dibuat antara tahun 609 M dan 694 M', dan oleh karena itu digunakan untuk tujuannya saat ini sekitar 75 tahun pertama abad pertama Hijriah.

Fragmen ini sangat mirip dengan dua folio lain yang diterbitkan dan telah disimpulkan bahwa semuanya berasal dari kodeks yang sama. Folio pertama MS 678 di Museum Irak di Baghdad, diterbitkan oleh Ṣalāḥ al-Dīn al-Munajjid. Folio kedua berasal dari koleksi Hartford Seminary, Connecticut (AS), yang dilelang oleh Sotheby's pada tahun 2004. Folio ini juga diilustrasikan dalam katalog yang disiapkan oleh Sam Fogg untuk melengkapi pameran kaligrafi Islam yang diadakan di Museum für Islamische Kunst, Berlin, pada tahun 2006. Bagian utama kodeks ini disimpan di Istanbul, Turki, terdiri dari 122 folio yaitu Ms. TIEM 51 & 53.

VIII. LEIDEN OR. 14.545A - A KUFIC MANUSCRIPT OF THE QUR'ĀN AT LEIDEN, THE NETHERLANDS

Manuskrip ini termasuk dalam Codex Marcel 5 dengan folio-folio yang didistribusikan di berbagai lokasi di seluruh dunia. Naskah ini ditulis dalam aksara Kufi.

Dua folio yang terletak di Leiden diberi penanggalan radiokarbon di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Folio 4 diberi penanggalan tahun 649–764 M dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 86,3% bahwa folio tersebut bertanggal antara tahun 649 dan 711 M dan probabilitas 9,1% bahwa folio tersebut bertanggal antara tahun 746 dan 764 M. Folio 2/3 diberi penanggalan tahun 654–766 M dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 77,6% bahwa folio tersebut bertanggal antara tahun 654 dan 715 M dan probabilitas 17,8% bahwa folio tersebut bertanggal antara tahun 743 dan 766 M. Meskipun penanggalan gabungan diberikan sebagai tahun 652–763 M oleh Marx dan Jocham, hal itu tidak memberikan sifat sebenarnya dari distribusi probabilitas penanggalan. Analisis radiokarbon pada folio-folio tersebut secara gabungan menentukan tanggal kodeks tersebut antara tahun 652–763 M dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 89,3% bahwa kodeks tersebut berasal dari antara tahun 652 dan 694 M dan probabilitas 6,1% bahwa kodeks tersebut berasal dari antara tahun 747 dan 763 M.

IX. LEIDEN OR. 14.545B & LEIDEN OR. 14.545BC - ḤIJĀZĪ FOLIOS OF THE QUR'ĀN AT LEIDEN, THE NETHERLANDS

Ms. Leiden Or. 14.545b dan Leiden Or. 14.545c termasuk dalam manuskrip yang sama dengan Arabe 331 yang terletak di Bibliothèque Nationale, Paris. Keduanya dibeli oleh Perpustakaan Universitas Leiden pada tahun 1979 dari H. C. Jorissen, mantan Duta Besar Belanda untuk Beirut. Awalnya diyakini berasal dari akhir abad ke-8, dua folio manuskrip ini kini telah menjalani analisis radiokarbon di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Folio 1 Leiden Or. 14.545b telah diberi tanggal 652–765 M dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 81,1% bahwa manuskrip tersebut berasal dari antara tahun 652 dan 715 M dan probabilitas 14,3% bahwa manuskrip tersebut berasal dari antara tahun 744 dan 765 M. Folio 1 dari Leiden Or. 14.545c telah diberi tanggal pada tahun 650–765 Masehi dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 83,7% bahwa kodeks tersebut berasal dari tahun 650 hingga 714 Masehi dan probabilitas 11,7% bahwa kodeks tersebut berasal dari tahun 744 hingga 765 Masehi. Sama seperti manuskrip di atas, penanggalan gabungan diberikan sebagai tahun 652–763 Masehi oleh Marx dan Jocham, tetapi tidak memberikan sifat sebenarnya dari distribusi probabilitas penanggalan. Analisis radiokarbon dari folio-folio tersebut secara gabungan memberi tanggal kodeks tersebut pada tahun 652-763 Masehi dengan probabilitas 95,4%, dengan rentang tersebut dipecah menjadi probabilitas 89,3% bahwa kodeks tersebut berasal dari tahun 652 hingga 694 Masehi dan probabilitas 6,1% bahwa kodeks tersebut berasal dari tahun 747 hingga 763 Masehi.

X. IS. 1615 I - ḤIJĀZĪ FOLIOS OF THE QUR'ĀN AT THE CHESTER BEATTY LIBRARY, DUBLIN

Folio-folio kodeks ini tersebar di Perpustakaan Chester Beatty (Dublin), Museum Seni Islam (Doha), dan dalam koleksi pribadi di Texas. Baru-baru ini, fragmen-fragmen dari lima folio Is. 1615 I telah diberi penanggalan radiokarbon oleh ETH, Zürich (Swiss), di bawah naungan proyek Corpus Coranicum. Hasil gabungan tersebut memberikan tanggal 591-643 M dengan tingkat keyakinan (2σ) sebesar 95,4%.

#####

Diatas adalah contoh 10 Lembaran-lembaran bagian dari Qur'an yang ditest dengan Metode Penanggalan Radiokarbon oleh orang-orang yang ingin membuktikan Usia lembaran tersebut walaupun dari mereka rata-rata bukan Islam. Untuk lebih detail terkait metode Metode Penanggalan Radiokarbon dan pengetesan lembaran lainnya silahkan kunjungi Website https://www.islamic-awareness.org/quran/text/mss/radio.html

Allahu A'lam Bishowab

Thursday, October 24, 2024

Setting Proxmox: NAT + Port Forwarding + Create & Delete Virtual Machine (VM)

Untuk Download ISO Proxmox disini --> https://enterprise.proxmox.com/iso/proxmox-ve_8.2-2.iso
Sedangkan untuk Install-nya Standar seperti Install Sistem Operasi Linux pada biasa.

Topology Network yang akan kita konfigurasi di Proxmox (PVE) dan di Virtual Machine (VM) adalah sebagai berikut:



Setelah terinstall Proxmox apabila sebelumnya masih menggunakan IP Private dan ingin dirubah menjadi IP Public maka selanjutnya jika ingin merubah IP Address, Setting NAT agar VM bisa mengambil Internet dari IP Public PVE Proxmox, berikut tahapan konfigurasinya di Proxmox 8.22:

1. Edit file jaringan Proxmox
Untuk edit Setting IP Address dan Setting NAT agar IP Private 192.168.100.0/24 bisa mendapatkan internet dair IP Public 123.45.123.45/30 kita pergi ke /etc/network/interfaces dan gunakan text editor nano (di Proxmox yang Debian Based sudah otomatis terinstall).

root@pve:~# nano /etc/network/interfaces

auto lo
iface lo inet loopback

iface enp2s0 inet manual

auto vmbr0 #*Settingan IP Public pada Server Kita*
iface vmbr0 inet static
address 123.45.123.45
netmask 255.255.255.252
gateway 123.45.123.46
bridge-ports enp2s0 #*enp2s0 adalah interface port di server kita
bridge-stp off
bridge-fd 0

auto vmbr1 #*Settingan untuk IP Private untuk VM di Proxmox Kita*
iface vmbr1 inet static
address 192.168.100.1 #*Ini Gateway IP Private untuk VM di Proxmox Kita*
netmask 255.255.255.0
bridge-ports none
bridge-stp off
bridge-fd 0
post-up echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
post-up iptables -t nat -A POSTROUTING -s '192.168.100.0/24' -o vmbr0 -j MASQUERADE #*Ini settingan NAT agar VM kita bisa akses internet*
post-down iptables -t nat -D POSTROUTING -s '192.168.100.0/24' -o vmbr0 -j MASQUERADE #*Ini settingan NAT agar VM kita bisa akses internet*

kalau sudah beres pencet ctrl + O untuk Save dan ctrl + X untuk Keluar

2. Port Forwarding dari IP Public 123.45.123.45 ke IP Private 192.168.100.0/24
Agar VM kita bisa diakses dari internet, maka IP Private (192.168.100.0./24) yang terpasang di VM harus di forward ke IP Public PVE Proxmox (180.94.22.254)

Pastikan IP forwarding diaktifkan pada Proxmox host. Ini bisa dilakukan dengan mengedit file di /etc/sysctl.conf:

root@pve:~# nano /etc/sysctl.conf

Cari baris dibawah ini:
net.ipv4.ip_forward=1

Jika didepannya ada # maka buang #-nya agar fungsi port forwarding jalan. Kemudian Ctrl+O untuk save dan Keluar Ctrl+X. Terapkan perubahan dengan menjalankan perintah: sysctl -p

Dan berikut Setting Port Forwarding di Proxmox:
root@pve:~# iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -d 180.94.22.254 --dport 2222 -j DNAT --to-destination 192.168.100.101:22
root@pve:~# iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -d 180.94.22.254 --dport 2223 -j DNAT --to-destination 192.168.100.102:22

root@pve:~# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.100.101 -o vmbr0 -j MASQUERADE
root@pve:~# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.100.102 -o vmbr0 -j MASQUERADE

Untuk merubah DNS di Proxmox:
root@pve:~# cat /etc/resolv.conf
search domain.com
nameserver 1.1.1.1
nameserver 8.8.8.8

Terapkan perubahan dengan menjalankan perintah: sysctl -p

Simpan aturan iptables saat ini ke dalam file:
root@pve:~# iptables-save > /etc/iptables/rules.v4

Jika iptables-persistent belum terinstall, Anda bisa menginstallnya agar aturan iptables otomatis dimuat setelah reboot:
root@pve:~#apt install iptables-persistent

Untuk melihat IPTables yang terpasang di PVE Proxmox kita
root@pve:~# iptables -t nat -L -n -v

Untuk Hapus IP TABLES PREROUTING
iptables -t nat -D PREROUTING 1

Untuk Hapus IP TABLES POSTROUTING
iptables -t nat -D POSTROUTING 1

Untuk Restart IPTABLES
systemctl restart iptables

3. Create Virtual Machine (VM) di Proxmox

Sebelum Create VM di Proxmox, settingan di Network vmbr1 harus active agar VM bisa terkoneksi dengan PVE Proxmox dan bisa internetan (untuk melihat tampilan gambar versi full, klik kanan pada gambar dan copy URL gambar dan Paste di New Tab):



Sebelum Create VM kita harus Upload dulu Images Sistem Operasi yang akan kita install, untuk tahapan Upload adalah: Datacenter - PVE - Local (pve) - ISO Images - Upload dan nantinya  akan mengakses Folder dimana ISO Images berada di Komputer kita:



Kemudian setelah diuplod tahapan selanjut kita akan Create VM



Tentukan VM ID (dan pastikan benar karena tidak bisa dirubah) sedangkan Name bisa dirubah

di Menu OS arahkan ke ISO Image yang akan kita install sebagai VM:

untuk bagian ini pilih secara default saja:

Untuk Bagian ini untuk menentukan besaran Disk, disni saya tentukan 32GB

Untuk bagian ini menentukan Cores CPU dan saya pilih 1 CPU:

Bagian ini untuk menentukan besaran Memory, saya setting 4 Giga RAM-nya

Untuk Bagian ini settingan Network dimana pas saya Create VM memilih vmbr0 dan ternyata ada konsekuensinya pada VM-nya nanti :D

Dan inilah konfirmasi settingan untuk VM yang akan kita buat:

Dan terlihat VM dengan ID 102 sudah ada namun warnanya masih abu-abu karena belum aktif:

Untuk Mengaktifkan VM 102 kita ke menu Console dan Klik Start Now:

Inilah tampilan Installasi VM 102 dengan OS AlmaLinux Versi 8.10 dan kemudian enter untuk install:

Untuk Pilihan Bahasa kita pilih English US saja:

Disini bagian penting karena menentukan: Password Root, Time & Date, Installation Destination dan yang paling penting bagian Network & Host Name

Menu Installation Destination Klik Done:

Setting Root Password Klik Done:

Pilih Time & Date dan pilih region Asia dan City Jakarta:

Dan ini  bagian terpenting yaitu Network, Kita pilih configure dan pilih Tab IPV4 Settings dan Method Manual untuk isi IP Address secara static:

Dan di bagian slide bar yang asalnya OFF kita geser menjadi ON dan pastikan connected statusnya. kalau tidak bisa connected berarti ada yang salah:

dan Proses installasi pun dimulai ketika semua parameter diisi:

Dan ketika beres installasi reboot system:



Dan inilah tampilan awal VM dengan OS AlmaLinux 8.10 trus login dan cek ip address dengan perintah: nmcli

Disini kita coba test ping dan ternyata tdak bisa, ada settingan yang salah:

Di bagian Network VM ID 102 (Ke Hardware dan bagian Network Device) Bridge-nya mengarah ke vmbr0 yang untuk IP Public, harusnya vmbr1 untuk Bridge IP private

Kita rubah dari vmbr0 ke vmbr1:

dan kita test ping pun reply ke 1.1.1.1:


Selanjutnya jika ingin menghapus VM yang telah kita buat, matikan dengan dulu VM dengan shutdown:

Setelah VM mati di Tab More pilih Remove:

Ketik VM ID yang akan dihapus yaitu 102 dan saya centang semua box ketika menghapus dan kemudian Klik remove:

Dan VM kembali menjadi 2 lagi seperti di awal:
 

Catatan:

Untuk Text Editor di Almalinux 8.10 setelah baru beres install belum tersedia nano dan hanya menyediakan vim